Kawasan bersejarah di Pulau Galang yang dahulu dikenal sebagai kamp pengungsi Vietnam kini resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kota Batam dan diberi nama baru: Galang Heritage Village. Penetapan ini menjadi tonggak penting dalam pelestarian sejarah kemanusiaan sekaligus pengembangan wisata edukasi di Kota Batam.
Berdasarkan informasi resmi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, penetapan tersebut dilakukan oleh Wali Kota Batam dalam rangkaian peringatan Hari Bakti BP Batam ke-54 tahun 2025. Kawasan ini kini diangkat sebagai simbol perdamaian, kemanusiaan, dan persahabatan antarbangsa.
Tidak hanya sekadar destinasi wisata, Galang Heritage Village diharapkan menjadi ruang refleksi sejarah dunia khususnya terkait krisis pengungsi yang pernah terjadi di Asia Tenggara.
Pulau Galang menyimpan kisah besar yang mungkin tidak banyak diketahui generasi muda. Pada periode 1979 hingga 1996, pulau ini menjadi tempat penampungan sekitar 250.000 pengungsi Vietnam yang melarikan diri dari konflik di negaranya.
Mereka datang dengan perahu-perahu sederhana, mencari keselamatan dan harapan baru. Pemerintah Indonesia bersama organisasi internasional seperti UNHCR kemudian membangun berbagai fasilitas, mulai dari barak, rumah sakit, sekolah, hingga tempat ibadah.

Wisata Ziarah dan Refleksi Kemanusiaan
Saat ini, kawasan Galang tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga berkembang sebagai tempat ziarah yang menyentuh hati.
Pengunjung dapat merasakan langsung suasana kehidupan para pengungsi di masa lalu, berjalan di antara barak, mengunjungi gereja tua, hingga melihat peninggalan asli yang masih terjaga.
Untuk memahami kisah lengkap tentang pengungsi Vietnam di Pulau Galang, masyarakat dapat mengunjungi website: https://www.mariadiatasperahu.my.id/ . Website ini menyajikan narasi sejarah yang lebih mendalam, termasuk kisah perjalanan para pengungsi, kehidupan mereka selama di kamp, serta nilai iman dan kemanusiaan yang tumbuh di tengah situasi sulit.
Menjaga Sejarah, Membangun Kesadaran Masa Depan
Penetapan Galang Heritage Village sebagai Cagar Budaya bukan hanya tentang pelestarian fisik bangunan, tetapi juga tentang menjaga memori kemanusiaan dunia.
Kawasan ini kini menjadi pengingat bahwa Indonesia pernah memainkan peran penting dalam membantu krisis global, sebuah warisan yang patut dibanggakan sekaligus dijaga.

External Link terkait sejarah tempat wisata Galang:
- Bunda Maria dan Quan Âm: Jembatan Spiritualitas dalam Budaya Vietnam
- Wawancara Mgr. Vincent Nguyen: Perjalanan Seorang Katolik Vietnam dari Manusia Perahu hingga Menjadi Uskup
- Wawancara Phi Vân Nguyen; Peran Jesuit dalam Krisis Pengungsi Vietnam Pasca Perang
- Cahaya Harapan di Tengah Laut: Kisah Penyelamatan Manusia Perahu Vietnam
- Laksamana Muda (Pur) Kunto Wibisono, Mantan Ketua P3V Galang
- Sejarah Kamp Pengungsian Galang (1979-1996)
- Jadi Pastor, Terimakasih Pengungsi Vietnam kepada Bunda Maria
- Thanh Thai Nguyen, Pengungsi Vietnam yang Jadi Uskup
- Komunitas Katolik Vietnam di Perth Rayakan Tết dengan Misa Syukur Khusus
- Bunda Maria dari La Vang: Iman yang Bertahan di Tengah Penderitaan
- Gereja Katolik Australia dalam Penanganan Pengungsi Vietnam
- Rilis Berita Saat Wafatnya Pastor Gildo Dominici SJ
- Da Ngo; Perjalanan Saya Menuju Kebebasan – Bagian 2
- Da Ngo; Perjalanan Saya Menuju Kebebasan – Bagian 1
- Kisah Pemuda Vietnam Mencari Kehidupan yang Lebih Layak
- Tiga Wajah Bunda Maria: Simbol Harapan dan Identitas Diaspora Katolik Vietnam
- Pernyataan Mgr. Silvano Tomasi di Sidang UNHCR PBB Terkait Pengungsi Vietnam
- Kardinal Silvano Tomasi dan Konferensi Waligereja Amerika dalam Eksodus Indochina
- Catatan Kardinal Silvano Tomasi atas Ketangguhan Iman Pengungsi Galang di Negara Ketiga
- Pengalamanku Bersama Stane Salobir, Insinyur Jerman di Galang
- Perjalananku ke Kamp. Galang, Dirampok Perompak Thailand
- Cerita Don Hardy; Saya Tidak Akan Pernah Bisa Melupakan Galang
- Cintaku Kandas, Selamat Tinggal Galang, Selamat Tinggal Guruku
- Selamat Tapi Kami Diperas, Banyak yang Tewas di Kapal
- Wawancara dengan Istri Duta Besar Belanda di Pulau Galang
- Natal Para Pengungsi Vietnam di Pulau Galang
- Legio Mariae di Vietnam: Eksodus Iman, Kerasulan Awam, dan Jejak Rohani di Pulau Galang
- Gereja Katolik dalam Penanganan Pengungsi Vietnam di Pulau Galang (1979–1996)
- Mantan Pengungsi Galang Jadi Pastor: Bicara Tentang Pastor Gildo Dominici SJ
- Dari Laut Penuh Badai ke Pulau Harapan
- Dadaku Sesak Mengenang Kembali Galang
- Galang, Satu Masa Satu Kehidupan; Tanah Airku Dimana?
- Majalah Tự Do, Narasi Kebebasan di Balik Kawat Berduri Kamp Pengungsian Galang
- Puisi Mantan Pengungsi: “Galang, Hujan yang Jatuh”
- Pastor Padmo Setelah 32 Tahun, Tetap Segar dan Sukacita
- Bertemu Kembali Pastor Padmo, Terharu Mengenang Galang
- Pastor Gildo Dominici, Orang Kudus dari Galang in Memoriam
- Lê Đình Dỹ, Dari Pengungsi Galang Menjadi Ilmuwan Dunia
- Patung Maria di atas Perahu dan Eskatologi Pengungsi Vietnam di Pulau Galang
- Ngoc Huynh Pham: Kisahku di Pulau Galang
- Suara Hati Pengungsi: Musim Semi Ini Aku Tak Akan Pulang (8/12/2026)
- Pelayanan Pastor Sugondo, SJ dalam Krisis Kemanusiaan Pengungsi Vietnam di Pulau Galang (1979–1996)
- Jejak Pengungsi Kamboja di Pulau Galang
- Puisi: Nguyễn Hiền Quý Nhân – Mimpi Lembut di Galang
- Pastor Gildo Dominici SJ – Gembala bagi Para Pengungsi di Pulau Galang
- Pastor Gildo Dominici SJ dan Fenomenologi Pelayanan Pengungsi di Pulau Galang
- Tidak Mau Kembali ke Vietnam, Kisah Bunuh Diri dalam Kenangan Sang Fotografer
- Puisi Pengungsi – Trish Pham, 23 Oktober 2023
- Puisi Pengungsi – Manh Phuong 24 Desember 2025
- Mary Tran, Kenangan Bulan Maria di Pulau Galang
- Prajurit Maria di Garis Depan China dan Vietnam, Pastor Aedan McGrath, SSC
- Kisah Minh Lê, Perempuan Vietnam Melarikan Diri dari Rezim Komunis Totaliter
- Perang Sipil Vietnam, Eksodus Manusia Perahu, dan Spiritualitas Maria di Pulau Galang
- Tessera Legio Maria di Wisata Ziarah “Maria di Atas Perahu” Galang, Batam
- (A history of) containment on Galang Island
- Pastor Rolf Reichenbach SSCC dan Pengungsi Vietnam Galang Gelombang Pertama
- Salam Maria
- Mengapa Banyak Pengungsi Vietnam, Termasuk di Galang adalah Orang Katolik?
- P3V dan Jenderal Leonardus Benny Moerdani dalam Pengelolaan Kamp Vietnam di Pulau Galang
