Opini oleh Obed Ramanda Nababan, Ketua HIMA Prodi Sistem Informasi, Institut Teknologi dan Bisnis Indobaru Nasional (IIBN) Batam

Di era digital seperti sekarang, kita sering mendengar istilah “revolusi industri 4.0” atau bahkan “era AI” (Artificial Intelligence). Teknologi berkembang dengan kecepatan yang luar biasa, dan hampir semua aspek kehidupan kita dipengaruhi olehnya. Tapi, bagaimana dengan sistem pendidikan kita? Apakah pendidikan formal yang kita jalani sekarang masih relevan dengan kebutuhan zaman?

Sebagian besar dari kita pasti pernah merasa bahwa apa yang diajarkan di sekolah atau kampus tidak selalu sesuai dengan dunia nyata. Mata pelajaran yang terlalu teoritis, kurikulum yang kaku, dan metode pengajaran yang konvensional sering kali tidak mampu mengejar perkembangan zaman. Di sisi lain, kebutuhan dunia kerja saat ini menuntut keterampilan yang lebih fleksibel, seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital.

Pendidikan Formal: Antara Tradisi dan Inovasi

Pendidikan formal selama ini menjadi tulang punggung dalam mencetak generasi penerus. Namun, sistem ini cenderung berorientasi pada hasil akademik, seperti nilai ujian atau peringkat kelas. Padahal, di era digital, kesuksesan seseorang tidak lagi ditentukan oleh selembar ijazah, melainkan oleh keterampilan praktis yang dimiliki.

Sebagai contoh, banyak perusahaan teknologi besar seperti Google dan Tesla kini lebih memprioritaskan portofolio dan pengalaman nyata daripada gelar akademik. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan formal, meskipun penting, tidak lagi menjadi satu-satunya jalan menuju kesuksesan.

Apa yang Harus Berubah?

Untuk tetap relevan, pendidikan formal perlu melakukan beberapa perubahan mendasar:

  1. Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran Teknologi bukan hanya alat bantu, tetapi juga harus menjadi bagian dari kurikulum. Misalnya, siswa diajarkan coding sejak dini, atau menggunakan AI untuk menyelesaikan masalah nyata.
  2. Fokus pada Keterampilan Abad ke-21 Keterampilan seperti berpikir kritis, problem-solving, dan literasi digital harus menjadi prioritas. Ini jauh lebih penting daripada sekadar menghafal fakta yang bisa dicari di Google.
  3. Pendidikan yang Fleksibel dan Personal Setiap siswa memiliki kecepatan belajar dan minat yang berbeda. Sistem pendidikan harus lebih adaptif, misalnya dengan menggunakan teknologi AI untuk memberikan materi yang sesuai dengan kebutuhan individu.
  4. Kolaborasi dengan Dunia Industri Kurikulum harus dirancang dengan melibatkan dunia industri, sehingga siswa mendapatkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

 Menyeimbangkan Tradisi dan Modernisasi

Namun, perubahan ini tentu tidak mudah. Ada tantangan besar, seperti resistensi dari para pendidik yang terbiasa dengan metode lama, keterbatasan infrastruktur teknologi di beberapa daerah, hingga biaya implementasi yang tidak murah. Selain itu, kita juga tidak boleh sepenuhnya meninggalkan nilai-nilai tradisional dalam pendidikan, seperti pembentukan karakter, etika, dan moral.

Jadi, perlukah pendidikan formal dirombak? Jawabannya: Ya, tetapi dengan pendekatan yang seimbang. Kita tidak bisa sepenuhnya meninggalkan sistem lama, tetapi kita juga tidak boleh menutup mata terhadap kebutuhan zaman. Pendidikan harus menjadi jembatan antara tradisi dan inovasi, antara teori dan praktik, antara masa lalu dan masa depan.

Di tangan kita, generasi muda, ada harapan untuk mendorong perubahan ini. Jangan hanya menunggu sistem berubah, tetapi jadilah bagian dari perubahan itu. Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang apa yang kita pelajari, tetapi juga bagaimana kita menggunakannya untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.*

#kuliahdibatam #kuliahkomputerbatam #sisteminformasi #iibn #kampusiibn #kampuskerendibatam #jurusankomputer #kuliahjurusankomputer #sisteminformasikomputer #biayakuliahdibatam #kuliahterjangkau #kuliahprogrammer #kuliahsambilkerja #kerjasambilkuliah #kuliahmalambatam #kuliahshift #kuliahsabtuminggu #biayakuliahdicicil #kampusteknologi #kampusindobaru #indobarunasional #kampusindobaru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *